Hindari Osteoporosis Meski Sudah Lanjut Usia

Osteoporosis

Sentralpos.com – orang yang sudah tua kerap kali dianggap memiliki penyakit osteoporosis yakni penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang. meski demikian, tidak berarti usia muda tidak bisa melakukan pencegahan agar terhindar dari osteoporosis di kemudian hari.

seperti yang di tuturkan Dr Andrew Quoc Dutton, seorang ahli ortopedi SMG Orthopaedic clinic singapura, kuncinya agar tulang tetap sehat meski lanjut usia adalah dengan tetap aktif dan memenuhi kebutuhan kalsium.

“Lakukan olahraga yang disesuaikan dengan kemampuan dan hobi. Penuhi kebutuhan kalsium dengan mengonsumsi asupan tinggi kalsium seperti keju, yoghurt, brokoli, salmon, kacang kedelai, ikan sarden, dan oatmel,” kata Dr Andrew ditemui di SMG Orthopaedic Clinic, Singapura.

seandainya tidak bisa memenuhi kebutuhan kalsium melalui asupan sehari-hari, Dr andrew mengatakan tidak masalah bila anda mengkonsumsi suplemen kalsium yang di butuhkan. akan tetapi, konsultasikan dahulu suplemen apa yang paling tepat untuk anda dengan dokter pribadi. lalu, apakah perlu konsumsi susu yang khusus untuk menjaga kestabilan tulang.?

“Kalau kebutuhan kalsium sudah terpenuhi tidak perlu. Tapi jika dirasa Anda membutuhkannya, silakan saja dikonsumsi. Hanya, apabila Anda memiliki lactose intolerance, sebaiknya minum saja susu kedelai. Kedelai juga tinggi kalsium kok,” Ujar Dr Andrew.

Pengeroposan tulang akibat osteoporosis memang bisa dapat membuat pengidapnya mengalami penurunan kekuatan tulang. Namun, kondisi ini sering kali disalahartikan dengan osteoarthritis yang memiliki gejala adanya rasa nyeri di lutut.

dituturkan Dr andrew, Osteoporosis seringkali dialami oleh para lansia karena seiring dengan menurunnya kekuatan tulang diakibatkan oleh bertambahnya usia. Berbeda halnya dengan osteoarthritis yang bisa dialami oleh orang usia muda karena faktor genetika, cedera, obesitas dan juga struktur otot yang lemah.