Harga Premium Naik, Konsumsi Pertamak Meningkat 36%

Konsumsi Pertamak Meningkat
Sentralpos.com – Setelah pemerintah resmi menaikkan harga bbm sebesar 2000rb /liter, selisih harga BBM subsidi dan non subsisi semakin kecil. Hal ini tentunya berdampak pada meningkatnya konsumsi BBM non subsisi (Pertamak) yang cukup signifikan hingga 36{ef120bc031f7017d6d725917054c90b1888f23b0305f345f35c588a2e9e89974}.

Vice President Fuel Marketing and Distribution PT Pertamina (Persero) Suhartoko mengatakan “Dalam beberapa hari terakhir ini penjualan Pertamax dan jenis BBM non subsidi lainnya meningkat cukup signifikan. Per hari kemarin data penjualan Pertamax dan Pertamax Plus naik dari biasanya 25.000 kilo liter menjadi naik 34.000 kilo liter/hari,”.

Suhartoko mengatakan, meningkatnya konsumsi BBM non subsidi sekitar 36{ef120bc031f7017d6d725917054c90b1888f23b0305f345f35c588a2e9e89974} tersebut dikarenakan selisih harga yang makin kecil antara BBM subsidi dan BBM non subsidi. Sehingga Masyarakat berasumsi, lebih baik membeli BBM dengan RON tinggi seperti Pertamax (RON 92) daripada membeli BBM RON 88, dengan selisih harga yang tak berbeda jauh.

“Karena selisihnya kecil, Premium Rp 8.500 per liter sedangkan Pertamax hanya Rp 9.950 per liter, dengan selisih harga yang tidak terlalu jauh ini masyarakat lebih pilih Pertamax 92 atau 95, karena walau lebih mahal sedikit tapi mendapatkan BBM yang kualitasnya jauh lebih baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan kenaikan konsumis PErtamak mulai terasa sejak Rabu (19/11/2014) atau 1 hari setelah kenaikan harga BBM subsidi.

Presiden Jokowi telah menaikkan harga BBM subsidi (Premium dan Solar) mulai Pukul 00.00 WIB, Selasa (18/11/2014), atau telah berlangsung 6 hari yang lalu. Harga bensin premium naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500/liter, sedangkan solar naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500/liter atau naik Rp 2.000/liter.