Buruh di Jatim Tetap Tolak UMP 2015 Meskipun UMP Naik Tinggi

demo buruh Jawa Timur
Sentralpos.com – Meskipun UMP yang ditetapkan oleh pemerintah untuk provinsi Jawa Timur tahun 2015 terbilang tinggi yaitu Rp 2,7 juta per bulan. Kalangan buruh di Jawa Timur tetap saja menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Ketua Advokasi Serikat Pekerja Nasional (SPN) Joko Heriono mengatakan, “Di Jawa Timur walau UMP terbilang tinggi, teman-teman belum nerima,”.

Joko mengungkapkan alasan kenapa buruh di Jawa Timur menolak UMP yang ditetapkan pemerintah, kalangan buruh Jawa Timur tidak menerima besaran UMP tersebut karena belum sesuai dengan kenaikan harga barang jasa yang terkena dampak atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Harusnya jauh lebih tinggi karena ada kenaikan BBM. Kementerian Perhubungan saja angkutan naik 10 persen,” jelasnya.

Joko menambahkan, dalam menetapkan UMP 2015 seharusnya pemerintah memperhitungkan dulu dampak inflasi akibat kenaikan harga BBM bersubsidi. “Kalau mau fair berapa inflasi kenaikan BBM,” tuturnya.

Mengenai hal itu, para buruh akan turun melakukan unjuk rasa unutk meonlak penetapan UMP 2015 pada selasa, 25 November 2013 di daerah masing-masing. Kemudian seluruh buruh dari daerah akan bersatu di Jakarta dengan jumlah ratusan ribu, Pada Rabu (26/11/2014) dengan mengajukan tuntutan yang sama ke Presiden Joko Widodo.

Dalam menanggapi hal tersebut, Direktur Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja kemenakertrans Wahyu Widodo menuturkan, Besaran UMP dan UMK 2013 yang ditetapkan pemerintah sebenaranya telah memasukkan komponen inflasi 2015 yang disebabkan kenaikan harga BBM

Bahkan rata-rata secara nasional, besaran UMP tak terpaut jauh dari rata-rata komponen hidup layak (KHL) nasional. “Dengan rata-rata kenaikan 12,77 persen maka jika dikalkulasikan UMP rata-rata secara nasional Rp 1,78 juta, angka UMP ini hanya sekitar Rp 13.600 lebih rendah dari rata-rata KHL,” tuturnya.(Pew/Ndw)