Ini Rencana Besar Jokowi Setelah Naikkan Harga BBM

rencana besar jokowi setelah kenaikan bbm

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menaikkan harga BBM subsidi Rp 2.000/liter. Hal ini dilakukan untuk menekan subsidi BBM yang tahun depan jumlahnya bisa mencapai Rp 300 triliun.

Kenaikan harga BBM subsidi ini dilakukan dalam rangka mengalihkan anggaran subsidi BBM untuk konsumtif ke sektor produktif.

“Bapak-ibu bisa bayangkan, tahun depan subsidi itu Rp 433 triliun. Untuk BBM bisa Rp 300 triliun dalam satu tahun itu hanya untuk BBM. Selama 5 tahun kemarin subsidi BBM Rp 715 triliun, kesehatan Rp 220 triliun, infrastruktur Rp 570 triliun, boros nggak kita. Ini yang harus dialihkan,” tutur Jokowi dalam acara Bankers Dinner yang diadakan Bank Indonesia (BI) di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (20/11/2014).

Lewat kenaikan harga BBM subsidi ini, Jokowi mengatakan, pemerintah punya dana banyak untuk membangun infrastruktur. Akan banyak infrastruktur yang ingin dibangunnya, mulai dari jaringan kereta api hingga waduk. Anggaran subsidi BBM, menurut Jokowi bisa untuk membangun jaringan kereta, bahkan besaran subsidi BBM sekarang bisa membuat waduk untuk seluruh Indonesia.

“Jaringan kereta api di seluruh Indonesia itu butuh anggarannya cuma Rp 360 triliun. Belum lagi jalan tol. Kalau waduk itu bisa se-Indonesia itu semuanya isinya waduk. Itu pembanding supaya kita sadar semuanya. Karena kita sekarang bukan eksportir minyak, sekarang importir. Ini menyulitkan kita dalam neraca negara,” papar Jokowi.

Setelah BBM subsidi ditekan, Jokowi akan lanjut membangun infrastruktur. Meskipun dia menyadari, untuk infrastruktur pembangkit listrik, sekarang sudah terlambat, karena proses perizinan yang lama.

“Masak izin pembangkit itu 6 tahun. Ada di Kalimantan itu, menginap di hotel byar pet 3 kali,” katanya.

Soal perizinan, Jokowi sempat ‘geleng-geleng’, terkait relokasi pengungsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara karena izinnya belum selesai.