Presidium Penyelamat Partai Golkar Tak Sesuai AD/ART

wantim golkar
Sentralpos.com – Akbar Tandjung, Ketua Dewan PErtimbangan Gokar menyatakan bahwa pembentukan Presidium Partai yang dipimpin oleh Agung Laksono yang dilakukan pada rapat pleno DPP Golkar Selasa, 25 November 2014 tersebut ilegal karena tak sesuai dengan AD/ART.

Akbar Tandjung Mengatakan, “Menyikapi adanya kelompok yang mengatasnamakan Presidium Penyelamat Partai Golkar, maka Dewan Pertimbangan dengan ini menyatakan bahwa pembentukan kelompok tersebut nyata-nyata bertentangan dengan AD/ART dan tradisi Partai Golkar yang selalu mengedepankan konstitusionalitas serta dilandasi musyawarah mufakat”.

Presidium tersebut terdiri dari delapan orang dan sebagian besar di antaranya merupakan calon ketua umum. Anggota presidium itu adalah Agung Laksono, Zainuddin Amali, Agus Gumiwang Kartasasmita, Hajriyanto Y Thohari, Ibnu Munzir, Laurens, Agun Gunanjar, dan Priyo Budi Santoso.

Sehari stetelah Presidium tersebut terbentuk, Presidium itu mengirimkan surat kepada Kemenkum HAM yang berisi kepengurusan baru DPP Golkar. Menkum HAM Yasona Laoly menyatakan baru menerima surat tersebut pada hari ini dan akan segera memprosesnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Kubu Agung Laksono menyatakan bahwa setelah mendapat pengakuan dari Kemenkum HAM maka kedudukannya sudah sesuai konstitusi partai. Setelah itu barulah mereka akan bentuk kepanitiaan Munas Golkar yang akan berlangsung pada Januari 2015.