Keputusan Jokowi Naikkan Harga BBM Dinilai Cerdas

keputusan jokowi naikkan harga bbm dinilai jenius
Sentralpos.com – Kebijakan Presiden Joko Widodo yang menaikkna harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinilai cerdas. Eko B Supriyanto, peneliti The Finance Research menilai, Jika harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan saat ini, maka akan berakibat pada kerusakan diseluruh elemen perekonomian.

Eko dalam acara diskusi media mnegenai seumber pendanaan pebankan yang digelar bank Tabungan Pensiunan Nasional di Denpasar, Bali, Kamis (27/11/2014) Menyatkaan “Kenaikan harga BBM ini jenius. Kenapa? Karena kalau tidak dinaikkan, ada kerusakan di seluruh elemen. Yang kena nanti inflasi dan yang paling mengerikan itu nilai tukar rupiah bisa ndelesor,”.

Eko juga mengakui keberanian Jokowi untuk mengambil kebijakan yang tidak populer pada awal masa pemerintahan bersama wakil Presiden Jusuf Kalla. Apalagi, Presiden Jokowi sendiri yang menyampaikan secara langsung kepada publik terkait keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi. Ia memprediksi efek dari kenaikan harga BB< bersubsidi ini tidak akan berlangsung lama.

“Kondisinya memang setiap kenaikan BBM ada rebalancing selama dua hingga tiga bulan,” kata dia.

Saat ini perekonomian nasional tengah dibanyangi likuiditas yang ketat, rezim suku bunga tinggi, inflasi tinggi dan nilai tukar rupiah yang cenderung semakin melemah. Terkait dengan kondisi ini eko menilai, kenaikan harga BB< akan berdampak baik jika Pemerintah benar-benar mengalihkan dana subsidi BBM unutk kegiatan yang produktif seperti halnya membangun infrasruktur.

“Asal BBM ditarik jadi infrastruktur, turun ke publik. Kalau itu enggak jalan, inflasi bisa lebih tinggi lagi,” katanya.

Eko meprediksi, pada Juni 2015 nanti keuntungan dari kenaikan harga BBM bersubsisi sudah bisa dinikmati. “Asal kabinet benar-benar gelontorkan subsidi ke sektor2-sektor produktif,” tambah eko.