Pungli Sertifikat Gratis, Lurah Yang Terlibat Bisa Di Copot!

sertifikat gratis
Sentralpos.com –  Kabar berita Santer mengenai Para Lurah yang terlibat dalam Program sertifikasi melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau disingkat PTSL akan terancam di copot apabila terdapati melakukan Pungli atau pungutan liar. Dikarenakan sertifikat tanah tersebut telah di gratiskan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, dan hal itu tentu hal itu akan merotasi para lura tersebut.

“Kalau dia (lurah) kutip pembuatan sertifikat itu berarti keluar dari kebijakan, keluar dari ketetapan, dan keluar dari norma,” kata SEKDA DKI Jakarta, Saefullah, di Balai Kota, JAKPUS, Tertanggal 19 Februari 2019.

Pemerintah Daerah, Tutur dia, Menerima penilaian ataupun masukkan Mengani Lurah Dari Berbagai Pihak, contohnya dari Inspektorat DKI, atau dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), serta dari Biro Tata Pemerintahan (Tapem) DKI. Dan saefullah menjamin, Pemda akan Menerima serta mempertimbangkan masukkan yang ada, Bukan Perasaan yang dibawa dalam pekerjaan atau ketidak sukaan maupun kesukaan terlebih disogok.

Dan untuk laporan perihal Sertifikat gratis Era Jokowi semua catatan untuk dugaan pungli ada di inspektorat DKI. Dan dia tidak mengingat semuanya secara spesifik. Saefullah Berujar “Itu tidak secara spesifik (catatan soal dugaan pungli) tapi masukan yang komprehensif dari semuanya,”.

Ternyata Praktek Pungli pembuatan sertifikat tanah Program dari Jokowi di temukan di beberapa tempat, dan salah satunya di jakarta selatan, 3 warga grogol utara ternyata memberikan pernyataan bahwa mereka telah di mintai uang sejumlah Rp 3- 60 Juta demi mendapatkan Sertifikatnya.

Dan ternyata Permintaan uang tersebut mengatasnamakan Pengurus rukun warga yang terlibat di dalam kelompok masyarakat. Dan kelompok-kelompok itu sendiri ternyata di ketahui oleh lurah setempat.

Sebeneranya, sertifikat tanah itu Gratsi. Akan tetapi mungkin warga daerah jakarta akan membayar biaya tapi tidaklah begitu besar dan telah diatur tidak melebihi dari Rp 150 Ribu.